Blog ini, isinya tentang kisah temanku, Putri Rindu Kinasih, juga tentang aku. Tentang pengalaman kami, tentang keseruan kami, bego-begonya kami; semuanya deh! Ini kenapa aku yang nulis karena kami sudah seakrab Dr. Watson dan Sherlock Holmes. Dan... karena Putri malas nulis blog. Finally, silahkan selamat mengikuti cerita kami :')
Showing posts with label Korea. Show all posts
Showing posts with label Korea. Show all posts

May 02, 2013

It was a good day for PICNIC!!!! ( ^o^ )



Halooo... selamat malam Ibukota? Selamat malam dunia. 

Huuuufff... akhirnya penderitaanku usai. Hahaha, maaf ya, aku nggak nulis blog selama seminggu kemarin, soalnya di korea lagi midterm exam week.
Ya, kali...
Pressure-nya itu lebih tinggi mas broooy... Ya, gimana nggak ketakutan. Pertama, ini midterm pertama ku (dan Putri) di Korea. Kedua, mahasiswa di sini tuh pada niat-niat banget belajarnya. Jadi, nggak bisa lah, lagak-lagak'an kayak di Indonesia. Besok ujian, hari ini ke mall...

Nah, terusnya karena kita udah zelesai ujian kami memutuskan untuk ikut piknik! 
"ƪ(˘⌣˘)┐"ƪ(˘⌣˘)ʃ" ┌(˘⌣˘)ʃ" lalalla.... so happy.

Kenapa so Happy? Ya kaliiii menurut ente... Mana ada ceritanya, kita bisa piknik di Jakarta? Well, sebisa-bisa-nya piknik, pasti tujuannya ke Ancol... ke pantai. Nah, kalau di siniiiii... Kita piknik di Han River.

Dalam rangka apa sih? Pakai acara piknik segala?

Sebenarnya, judul pikniknya itu Cherry Blossom tour. Tahu sendiri kan, kalau bulan April itu bunga bunga sakura pada bermekaran... 
Sayangnya, bunga-bunga itu ngga lama-lama mekarnya. Well, I will post another story for the cherry blossom... (nanti).

Oke balik lagi ke cerita awalnya, Putri sama aku daftar acara Tour dari seoulmate.com. Ini sumpah, kami berdua sampai nggak percaya kalau di dunia masih ada tur gratisan gini. 
Ini benar-benar mencengangkan. (!!˚☐˚) (˚☐˚!!)
Come on, di dunia masih ada orang yang baik hati ya, mau ngaturin tur gratis buat foreigners?

Jadi, cara daftar-nya gimana sih? Pertama-tama kita harus sign-up dulu ke seoulmate.com dan jadi member. 
Nah, di sana ada tour schedule, setiap hari sabtu. Kalau mau ikutan, gampang banget. Tinggal reserve salah satu tour yang ada di situ... Udah. Ntar, sama admin-nya bakalan di kasih email, confirmation  gitu. Isinya kayak, meeting point, where to go, what to do di sana.. gitu deh. Gampang banget kan! 

Nah, ceritanya, Putri sama aku mau ikutan cherry blossom tour.



Nah, itu di atas, si Putri baru sampai di meeting point. Hari itu kami ketemuan di exit 6, di National Assembly station. Nah, kan pas di email dikasih tahu ketemuannya di mana, nah kalau sampai limit jam-nya dia nggak muncul ya, udah di tinggal...




Setelah semuanya kumpul, kami langsung jalan ke Han River. Nah, kami pikniknya tanggal 27 April sih.. which is itu sebenarnya kurang bagus untuk lihat cherry blossom. Karena ini adalah minggu di mana bunga-bunga sakura gugur..




However, aku sama Putri senang sih bisa ikutan piknik.
Karena ini pertama kalinya dalam hidup kami, beneran ngerasain namanya piknik.

Duduk di lapangan berumput yang luas, sambil santai-santai... Menikmati bekal bawaan: Gimbab! dan segenap makanan-makanan lezat lainnya.


Hana, Dul, Set! KIMCHIIII... with Jun Woo and the tour leader Sung Hee Kim ^^

Serunya ikutan tour kayak gini itu, (selain gratis), adalah nambah teman.
Ya kali, kebayang nggak sih bakal kenalan sama teman dari Belarusia. My geography score was always bad. Jadi jangan nanya itu negara ada di mana, aku nggak tahu. Putri aja nggak tahu.

Salah teman baru kami, namanya Celso Moraes.



Sumpah lho, yang namanya Celso ini lucu parah. Bener-bener kocak orangnya. Bulan April kemarin, adalah bulan ke delapan Celso study di Korea. Haayooohhh... coba tebak, si Celso asalnya dari mana?
Aku kasih clue: where will the next world cup gonna be?
BRAZIL!!
Hell right, he comes from Brazil. Gila, mimpi apa aku sama Putri ketemu teman baru dari Brazil. Sumpah ya, selama piknik dan ngobrol sama Celso, kami berdua itu nggak berhenti ketawa. Enak banget jadi Celso, pas piala dunia berlangsung, dia kan pas di Brazil, di rumah-nya dia sendiri. Tapi dia ketakutan, soalnya dia takut timnya kalah. Apalagi kalau ketemu sama lawan yang kuat, Argentina misalnya. Sudah lama fans Brazil sama fans Argentina nggak pernah akur. Doi bilang, "If we are loose with Argentina, I think we will start a real war." 

(~‾ ▽‾)~ Sial, tuh orang kocak parah. Masa-nya lagi nih ya, si Celso nggak tahu kalau lagi Girl from Ipanema ada bahasa Inggrisnya, NGAKAK MAKSIMAL.Astagaaaa...


Olha que coisa mais linda
mais cheia de graça
É ela menina que vem e que passa
nun doce balanço, caminho do mar...
Moça do corpo dourado, do sol de Ipanema
O seu balançado é mais que un poema
é a coisa mais linda
que eu já vi passar...

Abis, dia nyanyiin lagunya in Portuguese lyric, dia masa nyuruh si Putri ngasih tahu lagunya pakai bahasa Inggris. Pas, lihat mukanya Celso kaget ada bahasa Inggrisnya lagu Girl From Ipanema, sumpah mau ngakak.


Supaya nggak bosen, volunteernya ngajakin main game. Pas kita main-main, matahari lagi bagus-bagusnya ini. Soalnya sudah mulai sore.

Oh ya, balik lagi. Nama permainannya itu 
무궁화 꽃이 피었습니다



Uhm, permainannya kayak apa ya? Ini permainannya sejenis Petak Patung, dicampur mainan anak ayam gitu. 



Jadi, ada satu orang yang 'jaga'. Dia kudu madep depan sambil nyanyi: 무궁화 꽃이 피었습니다 
Selama dia nyanyi, orang-orang di belakangnya harus lari mendekat ke arahnya. 





Si penjaga itu bebas nyanyinya, mau cepet mau lambat, pokoknya pas kata 'da' dia nengok ke belakang. Pas dia nengok, yang lari dibelakang kudu 'FREEZE'.
Nah, kalau pas nengok, kepergok ada yang gerak, dia ketangkep sama si penjaga ini.

Goal utama permainan ini sih, yang masih bebas bergerak, yang ketangkep itu kudu nyelametin para tawanan yang ketangkep-ketangkep itu.





Tidak di sangka, matahari cepet banget masuknya. Angin juga mulai jahat dinginnya. Sekitar jam 7.30an aku sama Putri pamitan pulang. Soalnya, si Putri nggak bawa jaket. (‾˛‾")ƪ(˘-˘)  Emang tuh anak, begonya nggak ketulungan. Sok kuat dia, pas udah malem, dia ngerengek minta pulang. Padahal kan aku masih pengen deket-deket sama volunteer yang baik-baik, ramah-ramah, cantik-cantik, dan *ehm* ganteng. 


Akhir kata, buat yang berencana ke Korea, di sarankan banget untuk ikutan tour-tour dari Seoulmate.com; dijamin seru lah. Dan, yang paling penting volunteernya ramah. Kan, nggak asik kalau jalan-jalan sama teman, baru tapi galak. 

Hupllaaaa... Sampai Jumpa!


To find  a friend is such a blessing.
Well, guess what I've found  in Korea...
a bunch of new friends.
Especially, the volunteers.
They had been so nice. They tried their best 
to greet such a foreigner like me,
and experienced their country's beauty.
No word left, but THANK YOU.
Thank you for the nice and great trip.
-Putri-

TTFN,
Temannya Putri

April 23, 2013

Ngintip Dongguk University (*'∀^)/(^ω^*)


Salam super semuanya... Mengingat banyaknya permintaan, maka kali ini aku bakalan nulis tentang kampus tempat kami menimba ilmu saat ini. Yup! Dongguk University. 


One of Dongguk Rooftop by Gustav Rallfors

Kayak apa sih, Dongguk University ituh?
Kalau disuruh deskripsi the whole kampus sih jelas kami menyerah. Soalnya kampusnya itu GEDE banget mas broooo... 
Nih, aku kasih liat petanya ya teman...


Tuh, lihat area kampusnya aja seluas ini. Hmm... Ini kampus udah kayak punya komplek sendiri. Pas pertama sampai ke sini, Putri nggak henti-hentinya ber-wow-wow ria. Yah, nggak cuma saat kedatangan pertama aja sih, sampai sekarang juga masih suka takjub sendiri. Menurutnya, kalau dikomparasi sama kampus Binus tercinta sih, lokasi antar gedungnya sama. Jarak gedung Anggrek ke Syahdan, atau jarak Syahdan ke gedung Kijang, dengan syarat se-Rawa Belong itu di klaim sama Binus. Bayangin aja, luasnya segede gitu kampusnya... 


Ini salah satu ngambil salah satu angle yang capture suasana tengah-tengah kampus.



Kalau suasana kelasnya kayak apa sih?



Professor Youngmin Kim sedang jawab pertanyaan siswa.

Hmm, menurut kami, suasana kelasnyaa sih nggak jauh berbeda dengan kampus kami di Jakarta. Fasilitasnya sama, kecanggihannya juga mirip-mirip. Mungkin karena jurusannya si Putri kan Sastra Inggris. Peralatan yang dipakai dikelas sastra apa sih? Palingan ruang audio untuk listening atau kelas interpreting bahasa gitu.
Yah, kalau kelasnya dia bio chemistry, atau architecture, atau yang ada laboratorium-nya gitu baru bisa nge-bandingin kecanggihan fasilitas kampus. Mungkin salah satu fasilitas yang sifatnya universal adalah library. Kayak apa Library-nya? Jadi, kayak gini lho rupa library kami.



Yup, we know! Library-nya Dongguk ini memang gedenya ampun-ampunan. Ada 6 lantai. 4 Lantai reguler plus ada Basement 1 dan 2. Nah, nggak kayak library di Jakarta yang umumnya *ehem* sepi. Perpustakaan kampus yang satu ini justru rame-nya nggak ketulungan. Banyak banget mahasiswa yang belajar di sini. Tahu sendiri orang Korea itu rada-rada "gila" kalau belajar. Niaaaaaat banget belajarnya. Jadi, kalian nggak jangan heran (jangan kayak Putri), kalau kalian ketemu teman hari Sabtu (no class) di sekitar kampus dan pas ditanya, "What are you doing here on Saturday?"
Mereka bakalan jawab, "I was just studying in the library." Ya, kaliiiiiiii... ada mahasiswa yang bakalan jawab kayak gini di Binus, libur-libur. 
Itu mereka bukannya belagu atau sok rajin. Yah, emang wajar banget di sini belajar di library, ngerjain PR bareng. 
Hmmm, saran Putri sih, jangan kemari dah, kalau pas musim ujian, mid term wee gitu... FULL HOUSE, masbro! 
Ya, kalau kalian bisa konsentrasi belajar di tengah orang-oran yang serius-serius gitu sih nggak masalah hahaha...




Ada apalagi ya? Hmm... Oh, ya! Lapangan!!
Kalau ngomongin lapangan di Dongguk ada dua jenis lapangan. 
Lapangan basket seperti ini:


Ini lapangannya masih basah baru hujan. Hahaha... Ya maaf deh, pas sekalinya ngelewatin lapangan ini sama Putri, pas hujan.
Lapangan yang kedua adalah lapangan bola suka dipakai main base ball juga sih.  




Tahu nggak apa yang kami suka dari kedua lapangan di atas? Bukan karena kami bisa main basket atau base ball, BUKAN. Tapi sensasi duduk di tribunnya itu lho, masbroooo... Asik banget! Tribunnya kan seru gitu, luas, gede dan ... awesome.


Intermesso: Foto anggota klub martial art lagi latihan..





Tempat favoritnya Putri di mana sih? 
Kalau ini sih, jawabannya gampang banget. Sebagai temannya ya gue tahu lah, nyari Putri tuh di mana. Tempat persembunyian favoritnya adalah rooftop building. 
Jadi, di beberapa building di Dongguk itu di rooftopnya ada kayak park gitu.




Dilengkapi dengan ayunan-ayunan, terus ada convinient machine, jadi nyaman banget duduk-duduk santai di sini.



Suasana pegunungannya juga dapet banget di sini. Pokoknya buat menenangkan diri di sini. Sambil minum kopi panas, ditemani terpaan angin semilir, kita bisa lihat sunset kayak foto di bawah ini.





Nah, begitulah kira-kira kawan. Yang bikin betah di Kampus Dongguk itu suasana outdoornya sih. Soalnya kan kelasnya nggak jauh beda. Lagian kami juga nggak punya akses untuk masuk ke ruang lab gitu, jadi ga bisa dijelasin juga.

Jalanan di depan-nya lapangan base ball.

Yeah, I know... Fakta bahwa di Kampus Dongguk banyak park yang bisa jadi tempat sanctuary, ada salah alasan kenapa kami betah banget sekolah di sini. Terpampang nyata sih, fakta kalau Dongguk University ini asri banget. Yang namanya pohon itu nggak terhitung jumlahnya. Hmmm, mungkin gara-gara Dongguk lokasinya berdekatan dengan Namsan Park. Yah, Namsan Park kan semi-semi hutan gitu. Makanya suasana nature-nya kebawa sampai ke kampus.

Ini jalanan yang sama. Atas, foto bulan February. Bawah bulan April ^^


A view around Dongguk University subway station by Eirik Falao

Nah, karena di kampus ini banyak banget spot untuk nulis, salah satu kegiatan favorit Putri adalah sepulang kuliah duduk di salah satu bench, di park, dan nulis di sana. Yah, nulis apa aja... Kadang dia nulis blog, nulis jurnal, etc.





Yup, momen nulis jurnal di taman sore-sore; khususnya taman yang di tengah, di dekat patung gajah, itu memang momen favorit Putri.
Dia merasa senang banget duduk di sana sambil memperhatikan suasana sekitar. Kalau janjian sama teman, Putri juga maunya di taman ini. Apa serunya sih nunggu teman di taman? Waktu semua orang lalu lalang, serentak keluar kelas, rasanya senang banget kalau di antara orang-orang yang tadi berhamburan, Putri lihat temannya nyamperin. The moment when you see your friend among the crowd walking toward you, that very moment... 

Eits, sebagai bonus, ini ada foto kampus waktu malam:



Nah, untuk memperingati ulang tahun Buddha, di kampus sekarang lagi dipasangin lentera-lentera gitu.  


 Lantern Festival in Dongguk University



Ingat foto tengah-tengah kampus di atas? Ini view-nya waktu malam. ^^_


Sekian dulu ya, kayaknya infonya udah banyak. Hahahai..


Salam super,

Temannya Putri

April 18, 2013

ƪ(° ̯˚ ʃ) Line Between Smile and Cry



Question of the day: sebenarnya garis antara senang sama sedih itu seberapa sih lebarnya?
Menurut aku batasnya itu terlalu tipis sampai kadangnya rasanya sebel banget, baru aja senyum-senyum tertawa, tapi selang beberapa menit berubah nangis...

Yup, yup, contohnya si Putri. Dia kemarin bete super berat. Hmm, justru karena liat dia bete, aku jadi punya pertanyaan kayak gitu. Anyway, Si Putri kenapa sih? Well, yang jelas, kemarin bener-bener not her day. Dia kan hobinya main biola tuh, jadinya walaupun lagi di Korea, dia masih sempetin waktu buat latihan. 
Nah, kalau di Dongguk, disediakan satu building khusus untuk UKM mahasiswa. Jadi semua UKM ngumpul di situ. Putri biasa daftar untuk beberapa hari, di awal minggu. Dengan demikian, dia bisa menyesuaikan jadwal kuliah, jadwal latihan dan jalan-jalan.
Ceritanya, kemarin, kira-kira lima belas menit sebelum jam latihannya habis, ada mahasiswa cowok yang ngetuk ruangan piano. Dia bilang dia adalah siswa yang selanjutnya memakai ruangan itu. Dia berjanji akan mengembalikan kunci piano ke penjaganya. Nah, setelah saling bertukar kakao id, Putri segera undur diri.
It turns out, kalau ternyata cowok itu belum daftar, dia nggak kembalikan kuncinya ke officer. Akhirnya, ya Putri lah yang kena damprat.
Putri yang udah sampai dorm, langsung lari malam-malam ke ruang piano lagi, nyari-nyari kuncinya; yang ternyata sama si cowok itu digeletakkan begitu saja di meja.
Untungnya ya, untungnya kuncinya nggak hilang. Tetapi, tetap saja Putri yang dimarah-marahi. Dia diteriakin sama ahjussi yang bertugas keep kunci-kunci ruang club. Putri berusaha sebisanya untuk menjelaskan, dia telepon buddy-nya yang bisa bahasa Korea untuk menjelaskan kronologi cerita yang terjadi. Apa daya, nasi sudah jadi bubur. Ahjussinya tetap menghukum Putri. Putri kena penalty, dia nggak boleh pakai ruang piano selama seminggu.
Kasihan... (⌣́_⌣̀)\('́_'̀ ) *pukpuk*


Padahal, ya siang-siangnya pas aku ketemu sama Putri dia tampak senang sekali. Dia bisa ngerjain soal-soal grammar quiz, dia ketemu teman-teman baru dari dari club DUBS. Malah dia diwawancara sama mereka. 

Putri seusai diwawancara sama teman-teman dari klub DUBS.


Belum ada 24 jam, malamnya dia menangis. Makanya, aku jadi bertanya-tanya, sebenarnya ada batas yang nyata nggak sih antara sedih dan senang? Batas antara tawa dan tangis?
Habis rasanya MAK JLEB banget melihat betapa hidup bisa sekejap berubah kan... Ya, aku rasa itulah seramnya hidup. Kita nggak pernah tahu kan gimana jalan ceritanya.

And, guess what!!
Hari ini pas aku ketemu Putri di taman, dia lagi ngobrol sama temannya, Minjung Kim. Aku ikut gabung sama mereka, ikut ngobrol dan melewatkan sore yang cerah, ngobrolin hal-hal seru.

Again, the question is: sebenarnya garis antara senang sama sedih itu seberapa sih lebarnya? 

Pas aku nanya, kok si Putri bisa secepat itu sih tersenyum lagi? Dia punya jawaban yang menurut aku menarik untuk dibagikan.
Putri punya paham yang lucu. Dia percaya, ada orang memang yang hidupnya datar-datar saja. Kurva  life experience-nya cederung tenang gelombangnya. In other hand, ada juga orang yang kurva hidupnya naik dan turun secara tajam. Seperti Putri, yang hidupnya terasa seperti roller-coaster.  Orang-orang dengan tipe kehidupan kayak gini, kadang sering banget dibawa naik tinggi banget, kereta-nya menanjak perlahan menuju kebahagiaan dan dalam sekejap tiba-tiba turun dengan dramatis. Waktu di bawa ke jurang dan lembah terdalam gini, pastinya kaget, sedih, bingung, takut... Salah satu guru Putri, Mr. Jac Poleman pernah bilang,

" When life is at its lowest point, where  do you think it will go next? Cheer up, there's no other way but up. Sooner or later, things will get better."

Iya ya. Bener juga, dengan kata lain, saat hidup kita bahagia, senang-senang, kita nggak boleh takabur. Tapi pas kita-nya lagi di dalam lembah, lagi down-downnya, nggak ada alasan untuk murung berlama-lama. Karena, ya emang sih, kalau dilihat dengan seksama pasti setiap kejadian ada silver lining-nya. 


Kika: Sean, Grace (Mingjun Kim), K, and Putri ^^

Usut punya usut, si Putri rupanya sudah nggak emosi sama masalah piano room itu. Dia lihat sisi positifnya, dengan nggak boleh latihan di sana seminggu, paling nggak dia punya waktu luang lebih banyak untuk mempersiapkan diri menghadapi mid term exam minggu depan.

"Sooner or later, things will get better."

Therefore, begitulah ceritaku hari ini. 


XOXO,
Temannya Putri