Blog ini, isinya tentang kisah temanku, Putri Rindu Kinasih, juga tentang aku. Tentang pengalaman kami, tentang keseruan kami, bego-begonya kami; semuanya deh! Ini kenapa aku yang nulis karena kami sudah seakrab Dr. Watson dan Sherlock Holmes. Dan... karena Putri malas nulis blog. Finally, silahkan selamat mengikuti cerita kami :')
Showing posts with label South Korea. Show all posts
Showing posts with label South Korea. Show all posts

May 10, 2013

The Cherry Blossom Story (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)


Selamat malam dunia, hahaha..
Maaf ya, aku belakangan malas sekali menulis blog lagi karena beberapa postingan sempat hilang setelah dibuka di hape. Oke, intinya, sebagai pelajaran saya nggak-nggak lagi deh buka blogger di hape. Aku trauma hahaha...  *kapok*
Uhm, seperti aku mau nulis tentang cherry blossom. Sebagian orang bilang, ini udah ketelatan. Terlalu terlambat untuk nulis tentang pohon-pohon sakura di Seoul.
Tapi, justru menurut aku malah waktunya pas. Pas, karena sekarang aku udah puas mandangin bunga-bunga itu dan udah move on dari sedih-sedih karena mereka gugur.

*ooops* Nggak maksud untuk spoiler. 

Ini spring pertama Putri dan aku dalam hidup kami berdua. Makanya, nggak perlu heran kalau kami suka norak. Hmmm, kami berdua nggak merasa jadi masalah kok kalau dibilang norak, karena sejatinya, memang kami girangnya bukan kepalang pas lihat bunga-bunga mekar (♥o♥)

Kami berdua benar-benar lihat prosesnya dari awal. Ya eyalah, secara kami berdua sampai di Korea kan dari awal Maret. Mulai dari jaman-jaman jalanan nampak lengang, dan pohon-pohonnya gundul seperti ini...



Bisa, disaksikan sendiri kan kawan, gimana sendunya suasana post winter... Uhm, nggak sendu juga sih. Maksudnya kan, lebih cold gitu suasananya; udah suhunya dingin dan serasa menusuk kulit, di jalan nggak ada apa-apa.. Pohon-pohon cuma batangnya doang. Depressing abis suasananya... Yah, ada sih ijo-ijoan dikit cuma nggak terlalu banyak dan bentuknya kurang menarik hihihi...



Tetapi, sekitar tanggal minggu pertama April, secara ajaib ya, di ranting-ranting yang kayak pohon mati itu ada bakal-bakal bunga yang menyapa...
Dan, di minggu kedua April, sedikit demi sedikit baby cherry blossom flower mulai say hi...




Semua, masih ingat kan, foto jalanan yang tadi di posted di atas. Kira-kira tanggal 12-an April wajah-nya langsung berubah seperti ini lho...



Ajaib banget deh. Mendadak di mana-mana bunganya mekar. Tahu nggak si Putri bilang apa pas, lihat bunganya mekar? Masa dia bilang pohon sakura ini pantesan disebut pohon pop corn. 


( ˚☐° >ɔ-(´̩ε `̩ƍ) Hhhhss... Hadeh, si Putri ini otaknya memang suka ngaco-ngaco gitu deh. Cuma, setelah dipikir-pikir ya, sebenarnya si Putri ada benernya juga... Nih, coba kalian perhatikan foto pohon cherry blossom pas malam-malam. Emang kayak pop corn ditempelin gitu ke dahan-dahan...





Kenapa? Soalnya sebenarnya, bunga-nya itu berwarna putih. Uhm, sepanjang sepengetahuan kami sih, bunga Sakura kalau di gambar-gambar, kalau di foto kan warnanya pink-ish gitu ya... Tapi ternyata nggak lho... 
Kalau diperhatikan sebenarnya mahkota bunganya itu warnanya putih. Nah, di tengahnya itu memang, agak sedikit berwarna pink kemerahan gitu. Nah, mungkin kalau kalian, fotonya serentak, kayak pohonnya difoto bergerombol sedikit banyak dapat sih efek-efek nuansa pink-nya...






Nah, karena kami berdua nggak mau kelewatan moment yang precious dengan sang cherry blossom; apa yang kami lakukan kawan-kawan? SERATUS!!! Foto-foto dooooong... ː̗(^▽^)ː̖








Oke-oke, harap diingat ya, para pembaca sekalian, yang bagus itu bunganya. Bukan Putri-nya. Jadi kalau misalnya mukanya Putri suka nggak nyantai di foto ya, harap dimaafkan ya...

Anyway teman, saat terbaik untuk menikmati bunga yang satu ini tuh pas tanggal-tanggal 15, dengan jangka waktu sekitar 10 hari saja. 

(゜◇゜)Apaaaaaa?!! Hanya 10 hari?!!


Oke-oke, harap tenang. Nggak cuma kalian, tapi aku sendiri dan Putri juga kaget lho. Kaget banget mengetahui fakta bahwa umur si bunga cantik ini pendek banget... Nah pas tanggal 20an.. Yah, dua puluh sekian lah, itu bunga-bunganya gugur.. Gugur se-gugur-nya! Secara, bunga-nya itu fragile banget. Benar-benar ringkih.. Sebenarnya kalau mahkotanya disentuh agak kenceng dikit juga udah rontok.. Apalagi ketiup angin gunung Korea yang kejam-nya minta ampun...

Jadi, kalau kalian jalan di Korea, pada tanggal-tanggal dua puluhan April gitu, kalian bakal nge-rasain yang namanya hujan bunga. Yup, literary hujan bungaaaa, karena pas kalian jalan bunganya rontok banyak banget seperti hujan...

Nah, fakta lainnya, selama awal musim semi ini ada lagu yang lagi HITSSSSS abis di Korea. Hmm, lagu ini kayak theme song-nya bulan April, semua toko, semua restoran, even street band bakal nyanyi ini. Lagu apa itu?



Yooooooooooop... Ini lagunya grup Busker Busker yang judulnya Cherry Blossom Ending. Nah, kan judul lagunya pas banget emang. Satu hal yang Putri masih penasaran sampai sekarang, tentang nama grupnya. Namina teeeh... 버스커 버스커nama Inggrisnya tuh Busker Busker.. Nah, berdasarkan kamus Busker means street band, street singer.. Sementara pas kita nyari artinya 버스커secara mandiri (baca: google translete), kok artinya bus stop? Dari mana hubungannya dari Street band, kok jadi bus stop?

ACHTUNG: Pas lagi aku nulis blog ini, si Putri lagi nanya temen Koreanya. Jadi arti sebenarnya dari 버스커 akan kami reveal di bawah.

Oke, balik lagi... Part favoritku dari lagu ini adalah REFF nya lah: 

봄바람 휘날리며

Bom-ba-ram hwi-nal-li-myeo

흩날리는 벚꽃 잎이

Heut-nal-li-neun beot-ggot ip-i

울려 퍼질 이 거리를

Ul-ryeo peo-kil geo-ri-reul

우우 둘이 걸어요

U-u dul-i geol-eo-yo

Demi apa, artinya bagus mas broooooow:

As the spring wind blows
The scattering cherry blossom petals
Spread out on this street
As we walk together

Beda sama aku, Putri malah sukanya sama liriknya pas:


사랑하는 연인들이 많군요 알 수 없는 친구들이 많아요

Sa-rang-ha-neun yeon-in-deul-i manh-gun-yo al su eobs-neun chin-gu-deul-i manh-a-yo

흩날리는 벚꽃 잎이 많군요 좋아요

Heut-nal-li-neun beot-ggot ip-i manh-gun-yo joh-a-yo

Menurut Putri artinya lebih cocok sama dia yang part ini. Soalnya artinya teeeh:

There are many lovers who are in love
There are many unknown friends
There are many scattered cherry blossom petals
I like it

However, kami berdua sukaaa lagunya ( ˘ з˘ )♬♪



Balik lagi ngomongin bunga sakuranya ya.  Nah, seperti yang tadi aku bilang, setelah 10an mekar, mereka bakal ketiup angin dan rontok-rontok. Seperti gambar di atas itu tuh...
Nah, kemudian sekitar tanggal 27an April hingga awal Mei, pohonnya berubah, menjelma jadi pohon hijau biasa. 
Nih, kayak foto yang di bawah ini. Kalau aku dikasih lihat fotonya kayak gini, tanpa tahu prosesnya, aku nggak bakal percaya kalau itu pohon cherry blossom. 


Jadi, begitulah cerita Putri dan aku kali ini. Kami berdua nggak mau memori tentang bunga cantik ini menguap begitu saja. 
Akhir kata, semoga suka ya sama cerita kali ini.

Answer: Oh ya, udah dijawab sama temannya Putri.  버스커 nggak ada artinya, jadi sama kayak busker, street band. Kok si Google kreatif amat bikin arti sendiri ya? Aneh.


So, now i get the lesson.
Dear cherry blossom, we have to wait for 3 season
to see you and you only bloom for a short time,
because that's just the fact which make you even more precious.

-Putri-

Nuhun,
Temannya Putri


P.S: Sssssst... masa Si Putri metik bunga Sakuranya, terus sama dia dikeringin gitu di buku. Kalian jangan bilang siapa-siapa ya.

April 23, 2013

Ngintip Dongguk University (*'∀^)/(^ω^*)


Salam super semuanya... Mengingat banyaknya permintaan, maka kali ini aku bakalan nulis tentang kampus tempat kami menimba ilmu saat ini. Yup! Dongguk University. 


One of Dongguk Rooftop by Gustav Rallfors

Kayak apa sih, Dongguk University ituh?
Kalau disuruh deskripsi the whole kampus sih jelas kami menyerah. Soalnya kampusnya itu GEDE banget mas broooo... 
Nih, aku kasih liat petanya ya teman...


Tuh, lihat area kampusnya aja seluas ini. Hmm... Ini kampus udah kayak punya komplek sendiri. Pas pertama sampai ke sini, Putri nggak henti-hentinya ber-wow-wow ria. Yah, nggak cuma saat kedatangan pertama aja sih, sampai sekarang juga masih suka takjub sendiri. Menurutnya, kalau dikomparasi sama kampus Binus tercinta sih, lokasi antar gedungnya sama. Jarak gedung Anggrek ke Syahdan, atau jarak Syahdan ke gedung Kijang, dengan syarat se-Rawa Belong itu di klaim sama Binus. Bayangin aja, luasnya segede gitu kampusnya... 


Ini salah satu ngambil salah satu angle yang capture suasana tengah-tengah kampus.



Kalau suasana kelasnya kayak apa sih?



Professor Youngmin Kim sedang jawab pertanyaan siswa.

Hmm, menurut kami, suasana kelasnyaa sih nggak jauh berbeda dengan kampus kami di Jakarta. Fasilitasnya sama, kecanggihannya juga mirip-mirip. Mungkin karena jurusannya si Putri kan Sastra Inggris. Peralatan yang dipakai dikelas sastra apa sih? Palingan ruang audio untuk listening atau kelas interpreting bahasa gitu.
Yah, kalau kelasnya dia bio chemistry, atau architecture, atau yang ada laboratorium-nya gitu baru bisa nge-bandingin kecanggihan fasilitas kampus. Mungkin salah satu fasilitas yang sifatnya universal adalah library. Kayak apa Library-nya? Jadi, kayak gini lho rupa library kami.



Yup, we know! Library-nya Dongguk ini memang gedenya ampun-ampunan. Ada 6 lantai. 4 Lantai reguler plus ada Basement 1 dan 2. Nah, nggak kayak library di Jakarta yang umumnya *ehem* sepi. Perpustakaan kampus yang satu ini justru rame-nya nggak ketulungan. Banyak banget mahasiswa yang belajar di sini. Tahu sendiri orang Korea itu rada-rada "gila" kalau belajar. Niaaaaaat banget belajarnya. Jadi, kalian nggak jangan heran (jangan kayak Putri), kalau kalian ketemu teman hari Sabtu (no class) di sekitar kampus dan pas ditanya, "What are you doing here on Saturday?"
Mereka bakalan jawab, "I was just studying in the library." Ya, kaliiiiiiii... ada mahasiswa yang bakalan jawab kayak gini di Binus, libur-libur. 
Itu mereka bukannya belagu atau sok rajin. Yah, emang wajar banget di sini belajar di library, ngerjain PR bareng. 
Hmmm, saran Putri sih, jangan kemari dah, kalau pas musim ujian, mid term wee gitu... FULL HOUSE, masbro! 
Ya, kalau kalian bisa konsentrasi belajar di tengah orang-oran yang serius-serius gitu sih nggak masalah hahaha...




Ada apalagi ya? Hmm... Oh, ya! Lapangan!!
Kalau ngomongin lapangan di Dongguk ada dua jenis lapangan. 
Lapangan basket seperti ini:


Ini lapangannya masih basah baru hujan. Hahaha... Ya maaf deh, pas sekalinya ngelewatin lapangan ini sama Putri, pas hujan.
Lapangan yang kedua adalah lapangan bola suka dipakai main base ball juga sih.  




Tahu nggak apa yang kami suka dari kedua lapangan di atas? Bukan karena kami bisa main basket atau base ball, BUKAN. Tapi sensasi duduk di tribunnya itu lho, masbroooo... Asik banget! Tribunnya kan seru gitu, luas, gede dan ... awesome.


Intermesso: Foto anggota klub martial art lagi latihan..





Tempat favoritnya Putri di mana sih? 
Kalau ini sih, jawabannya gampang banget. Sebagai temannya ya gue tahu lah, nyari Putri tuh di mana. Tempat persembunyian favoritnya adalah rooftop building. 
Jadi, di beberapa building di Dongguk itu di rooftopnya ada kayak park gitu.




Dilengkapi dengan ayunan-ayunan, terus ada convinient machine, jadi nyaman banget duduk-duduk santai di sini.



Suasana pegunungannya juga dapet banget di sini. Pokoknya buat menenangkan diri di sini. Sambil minum kopi panas, ditemani terpaan angin semilir, kita bisa lihat sunset kayak foto di bawah ini.





Nah, begitulah kira-kira kawan. Yang bikin betah di Kampus Dongguk itu suasana outdoornya sih. Soalnya kan kelasnya nggak jauh beda. Lagian kami juga nggak punya akses untuk masuk ke ruang lab gitu, jadi ga bisa dijelasin juga.

Jalanan di depan-nya lapangan base ball.

Yeah, I know... Fakta bahwa di Kampus Dongguk banyak park yang bisa jadi tempat sanctuary, ada salah alasan kenapa kami betah banget sekolah di sini. Terpampang nyata sih, fakta kalau Dongguk University ini asri banget. Yang namanya pohon itu nggak terhitung jumlahnya. Hmmm, mungkin gara-gara Dongguk lokasinya berdekatan dengan Namsan Park. Yah, Namsan Park kan semi-semi hutan gitu. Makanya suasana nature-nya kebawa sampai ke kampus.

Ini jalanan yang sama. Atas, foto bulan February. Bawah bulan April ^^


A view around Dongguk University subway station by Eirik Falao

Nah, karena di kampus ini banyak banget spot untuk nulis, salah satu kegiatan favorit Putri adalah sepulang kuliah duduk di salah satu bench, di park, dan nulis di sana. Yah, nulis apa aja... Kadang dia nulis blog, nulis jurnal, etc.





Yup, momen nulis jurnal di taman sore-sore; khususnya taman yang di tengah, di dekat patung gajah, itu memang momen favorit Putri.
Dia merasa senang banget duduk di sana sambil memperhatikan suasana sekitar. Kalau janjian sama teman, Putri juga maunya di taman ini. Apa serunya sih nunggu teman di taman? Waktu semua orang lalu lalang, serentak keluar kelas, rasanya senang banget kalau di antara orang-orang yang tadi berhamburan, Putri lihat temannya nyamperin. The moment when you see your friend among the crowd walking toward you, that very moment... 

Eits, sebagai bonus, ini ada foto kampus waktu malam:



Nah, untuk memperingati ulang tahun Buddha, di kampus sekarang lagi dipasangin lentera-lentera gitu.  


 Lantern Festival in Dongguk University



Ingat foto tengah-tengah kampus di atas? Ini view-nya waktu malam. ^^_


Sekian dulu ya, kayaknya infonya udah banyak. Hahahai..


Salam super,

Temannya Putri

April 12, 2013

Dongguk Hiking Day: Bookhansan Mountain (‾⌣‾"٥)


Zelamatthh... malam... dunia.
Gila, akhirnya aku sama Putri sampai juga ke dorm, dalam keadaan utuh.
Hari kami ikut acara tahunan Dongguk, Dongguk Annual Hiking Day. Mengutip penjelasan dari PIC International Dongguk, "This event is to commemorate the 'Revolution of April 19' which is democracy revolution acted by Korean students. We call it 'April 19th Dongguk Climbing Event'. (Even though it is on April 12 for this year ;))"

So, walaupun kami berdua bukan tipe-tipe nature girl, yang terobesi dengan nature calling, juga buka penakhluk gunung-gunung terjal, tapi kami berdua sepakat untuk tetap ikutan nanjak. Alasannya sederhana. Acara naik gunung ini adalah acara tahunan, which means nanjak bareng gini baru ada lagi tahun depan. Jadi, kapan lagi nanjak gunung rame-rame bersama 3000 mahasiswa Dongguk?

si Putri eksis sama Giedre (Lithuania) sebelum masuk ke medan perang ^^

Nah, kami para international student dan juga segenap keluarga Dongguk Univ. baik siswa maupun dosen, kumpul di Suyu Station line 4, pukul 09.00. Dari sana kami naik bis kota beramai-ramai. Jadi, tentu saja tripnya itu pure murni bugjet sendiri-sendiri. Pihak universitas nggak menyediakan bis Hiba Utama, atau Kramat Jati gitu. Yup! Itulah bedanya Korea Selatan dan Jakarta, kalau hal yang sama diberlakukan di Jakarta, mungkin ada grup yang sampainya jam 10 pagi, ada yang sampainya jam 1 siang, bahkan mungkin ada yang sampainya besok...


Setibanya di area, siswa pada kumpul berdasarkan jurusan atau klub
Setelah semua siswa nemu grup-grupnya masing-masing, langsung deh pendakian di mulai.
Awalnya sih, si Putri dan kawab-kawan lain dengan gagah perkasa jalan, beriringan dalam kelompok, sambil sesekali bersenandung... bersenda gurau...
Tapi begitu sampai di site penanjakan, mulailah grup kami terpecah-belah. Para siswa dari Eropa yang memang kakinya panjang-panjang dan energinya banyaaaaak, langsung melesaaaaaat.... wuisss tahu-tahu udah nggak kelihatan.
Sementara Putri, aku dan beberapa kawan lain akhirnya membentuk alienasi kecil. Isinya pendaki-pendaki yang yaaaah... mendaki dengan determinasi tetapi nggak terobsesi.

Aku sama Putri nggak habis pikir, itu kok siswa-siswa Eropa bisa se-enerjik itu ya... ƪ(‾ε‾“)ʃ
Malah, yang ada siswa dari Ceko, pas mendaki malah lompat-lompat... Sampai-sampai dia kami panggil Santoki. Santoki itu, artinya mountain bunny.. ada lagunya lho.

산토끼 토끼야

어디를 가느냐

깡충깡충 뛰면서

어디를 가느냐

San-toki, toki-ya
Eodireul gahneunyah?
Kkangchoong, kkangchoong dimyeonseo
Eodireul gahneunyah?

Mountain bunny, bunny
Where are you going?
Bouncing, bouncing as you're running.
Where are you going

kika: Jan Kubica (Ceko), dan si Santoki

Nah, itu bisa dilihat dari foto di atas. Pas kita lagi sibuk memperhatikan jalan tiba-tiba si Santoki lompat... syiiiiuut! Ke sungai. Of course semua orang langsung nanya, "what are you doing?"
Jawabnya kok ya, "nothing, I just saw a squirrel!"
Pas dengar jawabannya, aku dan Putri saling berpandangan. Kami berdua mbatin,"owalah mass..."
Anyway, akhirnya setelah tertinggal cukup jauh, both Putri and I, akhirnya bisa sampai ke puncak. Fiuuuuh... (˘_˘٥)


Setelah pendakian yang serasa tak berujung, akhirnya kami tiba dengan nomor 1500an lah..


Para berbaris siswa menyambut siswa lain yang berhasil sampai ke puncak

Begitu sampai di puncak, aku perhatikan si Putri mukanya terharu. Hahaha... Ternyata, dia terharu melihat para siswa yang berjejer menyambut kedatangan teman-teman mereka.
So sweet... (ˆ▿ˆʃƪ)
Aku juga sempat kaget ini ada apa, kok ribut-ribut? Ternyata mereka cheering buat teman-teman mereka yang sampai ke puncak.

However, menjadi peserta yang tiba nomor seribu lima ratusan ada enak, ada nggak enaknya sih. Enaknya tempo pendakian-nya kan disesuaikan dengan faktor fisiologis, jadi kami nggak nyesel. Nah, nggak enaknya aku sama Putri cuma punya waktu sekita 20 menitan untuk take a rest di puncak.
Begitu sampai, kami langsung ngaso, dan makan.. habis itu nggak pakai ngobrol-ngobrol mesra, ketua International Student langsung menghimbau untuk turun.
Jadilah, aku sama Putri makannya cepat-cepat.

salah satu scenery di sepanjang site pendakian

Foto di atas batuan sungai super lebaaaar. kika: Maureen, Putri, Giedre, Pjotra

Untungnyaaaaaaaa...
Di mana-mana yang namanya track turun itu pastinya lebih manusiawi. Jalanannya nggak terjal, cukup datar untuk dilalui. Jadinya selama perjalanan pulang inilah kami berdua baru bisa berkicau, "wow... wow" menikmati pemandangan di sekitar kami.


Tuh, di foto atas mukanya Putri kelihatan banget bangganya. Putri show of banget bisa keep up sama tempo jalannya Santoki ssi dan kawan lainnya.



Di sepanjang track turun, beberapa kali kami melewati kuil, which is so normal sih. Ini salah satu kuil yang kami lewati. Aku sengaja post yang ini karena ini kuil yang paling berwarna, dibanding kuil kuil lain yang kami lewati.


Daaaaan... akhirnya, tibalah kami di penghujung acara.
Kami selamat turun gunung, dan akhirnya bergegas pulang ke dorm. Sepanjang perjalanan pulang, semua muka anggota rombongan yang kembali ke dorm sudah lipat-lipat nggak karuan. Makanya, kami semua ingin cepat-cepat nggeletak...

Eits, sebelum aku undur diri, ada satu lagi bonus buat kalian semua:


Yeah, dear... Cherry blossoms are finally blooming!

Spring is almost here. ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ

Kalau gitu cerita hari ini berakhir sampai di sini dulu.

Ciao,

Temannya Putri